>
Barusan ada majalah yang dibagikan secara gratis di perumahan-perumahan, kebetulan memang kantor saya terletak disalah satu perumahan di jakarta. Jadi kebagian deh setiap bulan. Singkat cerita, saya mulai melihat-lihat isi dari majalah dan mencoba untuk me-review kembali apa yang telah saya baca tadi.

Berikut mengenai hubungan antara musik dan otak. Mungkin sebagian dari anda sekalian pernah mendengar nama The Beatles atau Beethoven, sadar atau tidak sadar kita semuanya memerlukan musik seperti kita memerlukan makan dan minum. Apa jadinya jika didunia ini tidak ada musik?? Tentu akan sangat membosankan bukan?? Karena musik membuat otak kita melepaskan bahan kimia yang memberikan kesenangan.

Menurut para ahli, substansi otak tersebut terlibat dalam mengantisipasi setiap alunan musik. Penelitian sebelumnya menemukan bahwa peran dopamin hanya sebagai perantara komunikasi dengan zat lain di otak. Namun, riset yang dilakukan oleh Robert Zatorre dan Valorie Salimpoor dari McGill University,itu menemukan bahwa dopamin bekerja secara langsung.

Karena dopamin itu pulalah yang menjadi alasan mengapa musik menjadi polpular dan melintasi batas budaya.

Sekian review ini saya buat, semoga dapat menambah wawasan anda sekalian.